Cara Membuat Website Wisata Sendiri
Cara membuat website wisata sendiri: halaman yang dibutuhkan, 6 langkah pembuatan, pilihan cara membangun, dan agar mudah ditemukan di Google.
Jawaban singkatnya: cara membuat website wisata sendiri dimulai dari menentukan apa yang kamu jual dan siapa pembelinya, lalu menyiapkan lima halaman inti: beranda, daftar paket, detail paket, cara pesan dan bayar, serta kontak. Setelah itu, pilih cara membangunnya, isi satu paket dulu sampai lengkap, uji di HP, baru bagikan alamatnya. Kamu tidak harus bisa menulis kode untuk memulai.
Panduan ini cocok untuk operator trip, pengelola destinasi, dan pengelola desa wisata yang selama ini menerima pesanan lewat chat. Isinya bisa dipakai dengan alat apa pun, dan di bagian akhir ada contoh penerapannya di MechioApps.
Perlukah website kalau sudah punya media sosial?
Media sosial bagus untuk membuat orang tertarik, tetapi kurang cocok untuk menyimpan informasi yang harus selalu benar. Unggahan lama tenggelam, harga lama masih terbaca, dan calon peserta harus bertanya lewat chat untuk hal yang sama berulang kali.
Website memberi tiga hal yang sulit didapat dari media sosial saja:
- Satu alamat tetap yang bisa kamu taruh di bio, kartu nama, dan materi promosi.
- Informasi lengkap di satu tempat, mulai dari rencana perjalanan sampai aturan pembatalan.
- Peluang ditemukan lewat pencarian, karena halaman paket bisa muncul saat orang mengetik nama tempat di Google.
Jadi website tidak menggantikan media sosial. Media sosial mendatangkan orang, dan website menjawab pertanyaan mereka sampai mereka siap memesan.
Halaman yang dibutuhkan website wisata
Untuk tahap awal, lima halaman ini sudah cukup:
- Beranda. Dalam beberapa detik pengunjung harus paham kamu siapa, menjual apa, dan di daerah mana.
- Daftar paket. Nama paket, foto utama, durasi, dan harga mulai dari berapa.
- Detail paket. Rencana perjalanan, titik kumpul, harga per jenis peserta, apa yang termasuk dan tidak termasuk, serta foto.
- Cara pesan dan bayar. Urutan memesan, cara membayar, batas pelunasan bila memakai DP, dan aturan batal.
- Kontak. Nomor WhatsApp, email, alamat, dan tautan Google Maps.
Halaman berita, galeri besar, dan profil panjang boleh menyusul. Halaman yang kosong atau jarang diperbarui justru membuat usahamu terlihat tidak aktif.
Cara membuat website wisata sendiri dalam 6 langkah
1. Tentukan yang dijual dan pembelinya
Tulis satu kalimat: "Kami menjual [jenis paket] di [daerah] untuk [jenis peserta]." Kalimat ini menentukan foto, kata, dan urutan isi. Rombongan sekolah mencari hal yang berbeda dari pasangan yang berlibur.
2. Pilih nama dan alamat website
Pilih alamat yang pendek, mudah diucapkan, dan sama dengan nama usaha atau akun media sosialmu. Sebelum memutuskan, coba sebutkan alamat itu kepada orang lain dan minta mereka menuliskannya. Kalau sering salah tulis, cari yang lebih sederhana.
3. Siapkan foto dan teks sebelum membangun
Kumpulkan foto dan teks lebih dulu supaya pembuatan tidak tersendat. Pakai foto milikmu sendiri atau foto yang kamu punya izin memakainya, dan catat nama pemilik foto bila perlu dicantumkan. Tulis teks dengan bahasa yang dipakai calon peserta, bukan bahasa brosur.
4. Isi satu paket sampai lengkap
Jangan mengisi sepuluh paket setengah jadi. Buat satu paket terlaris sampai lengkap, lalu jadikan contoh untuk paket lain. Patokannya: kalau seseorang membaca halaman itu, ia tidak perlu lagi bertanya soal harga, jadwal, titik kumpul, atau apa saja yang dibawa.
5. Tentukan cara memesan dan membayar
Putuskan apakah peserta memesan lewat formulir di website atau cukup menghubungimu lewat chat, lalu tulis nomor rekening yang dipakai, besar DP, dan batas pelunasannya. Aturan batal sebaiknya ditulis sejak awal, karena lebih sulit dibahas setelah ada masalah.
6. Uji di HP, lalu bagikan
Buka websitemu di HP, lalu minta dua orang yang belum mengenal usahamu mencoba memesan. Perhatikan bagian yang membuat mereka bingung. Setelah diperbaiki, pasang alamatnya di bio media sosial, Profil Bisnis Google, dan materi promosi.
Pilihan cara membangun website wisata
Ada tiga jalan yang umum, dan pilihannya tergantung waktu, keterampilan, dan kebutuhanmu:
- Layanan siap pakai. Paling cepat dan tanpa kode, karena tampilan dan alur pesan sudah tersedia. Batasnya, kamu mengikuti fitur yang disediakan layanan itu.
- Membangun sendiri dengan sistem manajemen konten. Lebih bebas, tetapi kamu perlu mengurus hosting, domain, pembaruan, dan keamanan, serta menambah alat lain untuk pemesanan.
- Memakai jasa pembuat website. Hasilnya bisa sangat sesuai keinginan. Sebelum sepakat, tanyakan siapa yang mengurus perubahan harga dan paket setelah website jadi, dan berapa biaya perawatannya.
Kalau baru memulai dan paketnya masih sering berubah, mulailah dari yang paling mudah kamu ubah sendiri.
Agar website wisata mudah ditemukan
- Sebut nama tempat dan jenis kegiatan di judul dan deskripsi paket, karena itulah yang biasanya diketik orang.
- Buat satu halaman untuk satu paket, dengan nama yang jelas seperti durasi dan tujuannya.
- Pakai foto asli yang terang, dan tambahkan foto yang sama ke Profil Bisnis Google bila usahamu punya lokasi yang bisa didatangi.
- Tawarkan versi bahasa Inggris bila kamu memang melayani wisatawan asing.
- Perbarui harga dan jadwal. Informasi yang keliru mengecewakan calon peserta, dan kamu harus menjelaskannya berulang kali.
Kesalahan yang sering membuat website wisata tidak terpakai
- Harga tidak ditulis, sehingga semua orang tetap harus bertanya lewat chat.
- Foto besar yang berat, sehingga halaman lambat terbuka di HP.
- Tidak ada ajakan yang jelas di akhir halaman paket, sehingga pembaca tidak tahu langkah berikutnya.
- Website dibiarkan setelah jadi. Tetapkan siapa yang memperbaruinya dan seberapa sering.
Membuat website wisata di MechioApps
Kalau memilih layanan siap pakai, Kelola Wisata dari MechioApps menyediakan langkah di atas tanpa perlu menulis kode:
- Lengkapi profil situs. Isi nama, tagline, deskripsi, kontak, WhatsApp, alamat, logo, dan banner. Situsmu mendapat alamat seperti
nama-wisata.mechioapps.shop. - Buat paket trip. Formnya berurutan: informasi, tempat tujuan, harga per jenis peserta, itinerary per hari, fasilitas, dan galeri.
- Isi versi bahasa Inggris bila perlu, supaya pengunjung bisa memilih bahasa.
- Atur pembayaran. Peserta memesan di situsmu, mentransfer langsung ke rekening atau QRIS milikmu, lalu mengunggah bukti untuk kamu periksa. Paket bisa lunas atau memakai DP.
- Bagikan. Situs punya poster dengan kode QR dan gambar pratinjau tautan, serta masuk sitemap supaya mudah dibaca mesin pencari.
Ada batasan yang perlu kamu ketahui. Alamatnya memakai subdomain mechioapps.shop, belum domain milikmu sendiri. Belum ada kuota peserta per tanggal, jadi kapasitas perlu kamu pantau sendiri, dan peta belum tertanam di halaman, sehingga tautan Google Maps perlu kamu sisipkan di deskripsi.
Kelola Wisata tersedia sebagai paket Pro dengan masa coba 7 hari. Lihat rinciannya di halaman harga, lalu coba 7 hari untuk membuat paket pertamamu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah harus bisa coding untuk membuat website wisata?
Tidak, kalau kamu memakai layanan siap pakai atau jasa pembuat website. Kemampuan teknis baru dibutuhkan bila kamu membangun dan merawat sendiri seluruh websitenya.
Berapa lama membuat website wisata?
Tergantung kesiapan bahan dan cara membangunnya. Bagian yang biasanya paling lama adalah mengumpulkan foto, harga, dan rencana perjalanan, jadi siapkan itu lebih dulu.
Website wisata perlu dua bahasa?
Perlu kalau kamu memang melayani wisatawan asing. Kalau pesertamu dari dalam negeri, utamakan isi berbahasa Indonesia yang lengkap dan terus diperbarui.
Apakah perlu izin untuk menjual paket wisata lewat website?
Kebutuhan izinnya tergantung kegiatan usahamu. Website tidak menggantikan izin usaha, jadi cek ketentuannya lewat OSS atau dinas pariwisata setempat.